PDAM?

 
Post: 2009/08/05 [1:22:55 PM - Wednesday]
 
Bangun pagi badan pegal-pegal, sedikit masih ngantuk karena semalam pake acara meeting tak terduga. Mengistirahatkan badan di pinggir tempat tidur untuk mengembalikan kesadaran yang semakin lama semakin banyak terkumpul. Hal pertama yang kulakukan adalah menyalakan komputer, mengecek email lalu bersiap untuk mandi. Masuk kamar mandi ternyata tidak ada air, lupa tidak mengisi bak air kemaren malam. Bingung juga terhadap pelayanan PDAM karena di pagi dan sore hari selalu tidak pernah ada air mengalir, hanya sedikit di siang hari dan banyak di malam hari setelah lewat jam 9 malam. Hanya karena tidak adanya pilihan lain maka penyediaan air masih tetap dipercayakan kepada perusahaan ini.

PDAM sebagai penyedia air bersih sudah tidak lagi menyediakan air minum, karena air yang dialirkan sepertinya sudah tidak layak untuk diminum. Ketel yang dipakai untuk memasak air selalu berahkir dengan menumpuknya kerak di bagian dasar ketel, bayangkan kalo itu terjadi di dalam tubuh. Untuk air mandi-pun masih disangsikan, karena bak mandi dalam waktu 1 sampai 2 minggu harus dibersihkan dari lapisan coklat yang menempel di dindingnya dengan cairan pembersih. Ditambah lagi air yang mengalir dengan seretnya ke pelanggan yang amat sangat membutuhkan air untuk keperluan hidupnya. Berbeda dengan apa yang terlihat di luar negeri dimana pelanggan bisa langsung meminum air bersih dari keran.

Pelayanan seperti ini akan membangun persepsi para pelanggan untuk memilih menyerahkan pengolahan dan penyediaan air kepada pihak swasta.  Hal ini sangat berbahaya dan bertentangan dengan UUD yang menyatakan semua hal yang menyangkut khalayak banyak / warga negara diatur, dilaksanakan dan dimiliki oleh negara.  Air bersih kedepannya semakin mahal dan langka, apakah pelayanan PDAM akan semakin baik? berdoa sajalah.
 
Leave Comment
 
Name
:
Email
:
Url
:
Message
:
Code
:
Security code
 
 
 
Bali Web Design Note
Bali Web Design Contact